Pages

Labels

Senin, 10 Desember 2012

Keris Peninggalan Kerajaan Majapahit

WAAAW..!!
Keris peninggalan Kerajaan Majapahit yang ada di rumah ditawar orang dengan harga 1,5 Milyar, tapi Bapak menolak untuk menjualnya. Itu keris sakti memang, bukan karena takut, dipuja-puja, atau gimana-gimana (Bapak orangnya kuat agamanya, ga kek anaknya *tutup mata, maluuu), tapi kata Bapak untuk apa dijual, biar ajalah di rumah.

Kalau bicara soal kesaktian keris tersebut, hmm, mari disimak..

Pernah dulu suatu hari rumah kemasukan maling, dan salah satu barang yang hilang adalah keris yang tergantung di dinding. Keluarga ga pernah nyari keris tersebut karena dulu alm. mbah (bapak nya Bapak) pernah bilang, kalau bukan orang yang berhak yang ngambil, keris tersebut akan kembali lagi kok. Dan ya, terbukti perkataan mbah, 3 hari kemudian keris tersebut kembali ke tempat semula, tergantung di dinding.
Konon cerita Bapak, keris tersebut juga bisa terbang. Hehe.

Terus ada lagi cerita, temennya Bapak, tetangga juga, datang ke rumah buat minjam keris tersebut. Ga tau juga buat apa, kata Bapak keknya mau dijual gitu. Eeeh, beberapa hari kemudian, langsung tergesa-gesa ngembaliin keris dan bilang kalau keris tersebut mengerikan.

Terkadang keris tersebut juga mengeluarkan bau amis. Kata Bapak keris itu ntah udah membunuh berapa banyak nyawa manusia waktu zaman itu. Walaupun udah berkarat, tapi tajamnya jangan ditanya. Padahal ga pernah diasah. Para sejarahwan yang ngeliat keris dengan ukiran naga dengan 9 gelombang lekukan tersebut bilang keris itu harus dimandikan setiap malam jum'at dengan air kembang, tapi Bapak ga mau, ntar malah jadi syirik jatuhnya, jadi keris tersebut dibiarkan saja terletak di dalam lemari dan dikalungi dengan tasbih, soalnya -aku sendiri pernah melihatnya- keris tersebut bergetar seperti ada yang menggoyangkannya.

Beberapa tahun yang lalu, ada orang datang ke rumah, membawa keris yang mirip dengan keris yang ada di rumah. Kata orang itu keris tersebut adalah sodara keris yang ada di rumah dan mau memberikannya ke Bapak soalnya dia ga sanggup buat nyimpan keris tersebut, tapi Bapak ga mau. Kasihan orang tersebut, udah payah-payah nyari rumah, setelah ketemu Bapak malah ga mau nerima karena Bapak bilang itu bukan hak Bapak.

Percaya ga percaya lha jadinya. Tapi bisa saja emang keris tersebut sakti. Soalnya zaman dulu manusia di Indonesia ini kalau ga punya "ilmu" mana bisa bertahan hidup. Apalagi kepercayaan dan adat yang sangat kental. Sayang, waktu Bapak mau dikasih "ilmu"sama alm. mbah, Bapak ga mau. Padahal bukan dipake buat yang aneh-aneh dan syaratnya tidak sulit; terus melaksanakan sholat, pelajari dan membaca Al Qur'an, dan menerapkan terus "ilmu" tersebut seperti "ilmu" agar disukai dan dipermudah segala urusan, "ilmu" Nabi Sulaiman a.s yang setiap mancing selalu dapat ikan, "ilmu" Nabi Yusuf a.s agar terlihat selalu tampan, dll. Jadi ga perlu tuh yang namanya santet, pelet, susuk, dll yang bisa membuat manusia jadi syirik. Wallahualam bissawab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar